Selamat Datang di Website Resmi Pusat Unggulan IPTEK Ikan Hias     Jam layanan laboratorium uji (Senin-Kamis: 07.30-14.30 WIB) dan Jumat (08.00-15.00 WIB)     Dirgahayu Republik indonesia     Selamat Kepada Dr. Nina Meilisza S.Pi, M.Si Sebagai Pemakalah Terbaik Seminar Hasil Riset Perikanan Tahun 2019
BRBIH Launcing Teknologi Budidaya Cupang Alam, Walikota Depok dan Sekretaris BRSDMKP Sempatkan Hadir

Indonesia dikenal sebagai sumber ikan cupang alam terbesar di dunia, lebih dari tiga perempat jenis ikan cupang alam dapat dijumpai pulau-pulau tanah air kita.  Namun demikian, ikan cupang alam masih belum mendapatkan perhatian yang layak dari para penggemar domestik, padahal penggemar ikan cupang di luar negeri sangat gandrung akan cupang alam bahkan IBC dalam tema konvensinya tahun 2009 mengangkat ikan cupang alam dan memamerkan koleksi ikan cupang alam asli Indonesia dalam jumlah yang besar dan dengan antusiasme luar biasa untuk memilikinya.


Salah satu ikan cupang alam adalah ikan cupang yang memiliki bentuk kepala seperti ular dan memiliki kemiripan dengan kepala ikan gabus (Channa sp.) adalah Betta channoides. Ikan ini merupakan salah satu cupang alam yang cukup populer karena warnanya yang cukup menarik. Jantan berwarna merah kecoklatan dengan adanya garis putih disiripnya, sementara betinanya berwarna lebih pucat. Ikan cupang dewasa dari jenis ini memiliki ukuran paling panjang 5 cm.


Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok merupakan satu instansi yang telah berhasil mengembangkan ikan ini dan telah dipelajari cara budidayanya agar bisa berkembang dan lestari. Keberhasilan ini tentunya sangat bermanfaat untuk ditularkan ke masyarakat khususnya di wilayah Depok bahkan di berbagai daerah. Kegiatan transfer teknologi budidaya ikan hias cupang alam B chanoides diwujudkan dengan bekerja sama dengan Balai Benih Ikan Duren Mekar, Depok yang di dalamnya melibatkan beberapa pembudidaya.


Untuk itu, Balai Riset Budidaya Ikan Hias menyelenggarakan Launching Teknologi Budidaya Ikan Cupang Alam (Betta Channoides) pada hari selasa tanggal 10 Desember 2019 kegiatan berlangsung di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok, Jalan H. Suhaemi RT. 03/02 Kp. Parung Poncol, Kel. Duren Mekar Kec. Bojongsari – Depok, hadir pada kegiatan tersebut Walikota Depok, KH. Dr. Mohammad Idris, MA, Sekretaris BRSDMKP, Dr. Maman Hermawan, M.Sc, Para Kepala Dinas, Para Pejabat Eselon II, III dan IV lingkup BRSDM KP, Asosiasi Ikan Hias, Para Eksportir Ikan Hias, Para Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) sekitar kota Depok, Para Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok, dengan total jumlah peserta sekitar 70 orang.


Acara ini merupakan seremoni dari proses yang selama ini telah berlangsung sejak bulan Mei. Hasil riset yang telah dikuasai tentu membutuhkan pembuktian dan aplikasi di lapangan. Oleh karena itu, teman-teman peneliti BRBIH berupaya agar pengetahuan dan teknologi yang telah dikuasai dapat ditransfer ke stakeholder.


 


Pada acara tersebut, dilakukan juga  serah terima produk hasil riset dan ikan rilis BRBIH yaitu ikan rainbow Kurumoi dan pakan magot kepada:


1. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok


2. Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor


3. Bale-Bale Farm sebagai pihak swasta


 


Dilanjutkan dengan Pemaparan Teknologi Budidaya lkan Cupang Alam (Betta channoides) dengan narasumber Drs. Agus Priyadi yang merupakan peneliti Ikan Hias dari BRBIH.


Pada Arahannya Sekretarus BRSDMKP menyampaikan “kami akan terus berupaya untuk menghasilkan teknologi yang dapat bermanfaat ke masyarakat, dan kami harap, pemerintah kota depok, dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok, beserta UPTD Balai Benih Ikan Kota Depok dapat terus menjadi mitra kami dalam uji lapang hasil riset teknologi budidaya ikan hias yang tentunya tetap mengikutsertakan pokdakan-pokdakan binaannya”.


 


Di penghunjung acara seluruh peserta mengikuti kunjungan lapangan dengan melakukan Peninjauan Lokasi Budidaya Ikan Cupang Alam (Betta channoides).