Selamat Datang di Website Resmi Pusat Unggulan IPTEK Ikan Hias     Jam layanan laboratorium uji (Senin-Kamis: 07.30-14.30 WIB) dan Jumat (08.00-15.00 WIB)     Dirgahayu Republik indonesia     Selamat Kepada Dr. Nina Meilisza S.Pi, M.Si Sebagai Pemakalah Terbaik Seminar Hasil Riset Perikanan Tahun 2019
FOKUSKAN RISET UNTUK INOVASI, BRBIH ADAKAN SEMINAR PROPOSAL RISET 2020


Pengembangan inovasi riset merupakan suatu keharusan dalam kemajuan sebuah negara, karena seberapa jauh tingkat inovasinya akan menjadi salah satu faktor yang menentukan dayasaing bangsa. Seperti yang pernah dikatakan Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng, salah satu yang menjadi pilar pembangunan nasional adalah “Riset yang Fokus”.


 


Menyadari hal tersebut, Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) sebagai salah satu instrument riset bangsa Indonesia mengadakan “Seminar Proposal Kegiatan Riset 2020” untuk mempertajam kegiatan riset yang akan dilakukan. Seminar Proposal Riset ini dilakasanakan di Aula BRBIH dan dibuka langsung oleh Kepala BRBIH, Dr. Idil Ardi. Acara ini di hadiri oleh para peneliti BRBIH dengan narasumber Dr. Bambang Setiadi (Dewan Riset Nasional), Prof. Dr. Rudhy Gustiano dan Jojo Subagja, M.Si. (BRPBATPP, Bogor), Dr. Dedi Jusadi, Dr. Agus Oman, & Dr. Kukuh Nirmala (IPB), dan Endratno, M.Si (PRL, KKP).


 


Idil menyampaikan riset yang dilakukan oleh penelitinya lebih spesifik karena ikan yang menjadi objek riset merupakan ikan hias. Riset ikan hias yang menjadi fokus riset tidak saja mengamati pertumbuhan, reproduksinya tapi juga bagaimana menghasilkan ikan yang unik, indah, menarik. Ini lah letak spesifiknya riset di balainya”.


 


Pada tahun 2020 kegiatan riset menangani komoditas ikan hias (Arwana super red, tiger fish, rasbora, betta rubra), karang hias (polyp besar) dan tanaman hias (Bacopa sp. dan jenis lainnya).


 


Dr. Bambang Setiadi selaku Ketua Dewan Riset Nasional, dalam paparannya menyampaikan “Pengembangan Inovasi dalam Memajukan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan pada Era 4.0, dan ciri Inovasi menjadi penting diantaranya adalah mempengaruhi hidup negara, untuk itu diharapkan para peneliti dapat melakukan riset yang fokus dan paham akan makna inovasi, inovasi yang berguna akan mempengaruhi ekonomi dalam jangka panjang dan bisa membawa kearah komersialiasi. Riset harus komersil yang artinya riset tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat”.


 


Bambang lebih lanjut menjelaskan Ikan hias dilihat dar perdagangannya merupakan komoditas ekspor dengan nilai mencapai 56 juta dollar pada tahun 2013, namun Indonesia berada pada urutan ke 3 untuk ekspor ikan hias air tawar, dibawah Singapura. Setelah ditelusurinya keunggulan Singapura berada di inovasi. Mereka memiliki raiser ikan hias dengan dukungan fasilitas yang lebih maju. Ini lah yang menjadi tugas peneliti ikan hias agar riset yang dilakukan bisa diarahkan untuk lebih banyak menghasilkan inovasi untuk keunggulan ikan hias.


 


Idil meyampaikan “Dengan adanya masukan dari evaluator untuk memperdalam proposal riset ini, diharapkan peneliti menghasilkan inovasi-inovasi baru”


 


Idil mengharapkan dengan adanya kegiatan seminar  ini pendalaman proposal riset 2020 dapat menghasilkan output yang berkualitas guna menunjang dayasaing bangsa Indonesia.