Selamat Datang di Website Resmi Pusat Unggulan IPTEK Ikan Hias     Jam layanan laboratorium uji (Senin-Kamis: 07.30-14.30 WIB) dan Jumat (08.00-15.00 WIB)     Dirgahayu Republik indonesia     Selamat Kepada Dr. Nina Meilisza S.Pi, M.Si Sebagai Pemakalah Terbaik Seminar Hasil Riset Perikanan Tahun 2019
RENCANA PEMBANGUNAN GENE BANK IKAN INDONESIA

RENCANA PEMBANGUNAN GENE BANK IKAN INDONESIA
Sukamandi, Kamis 16 Januari 2020.  Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) kali pertama mengadakan inisiasi untuk merencanakan pembangunan gene bank ikan.  Kepentingan dari pembangunan gene bank ini untuk mengabadikan hasil-hasil riset ikan baik konsumsi maupun non konsumsi yang telah berhasil dilkukan mulai dari koleksi, domestikasi sampai pemuliaannya.  Rapat koordinasi dipimpin oleh kepala BRPI Dr. Joni Haryadi, M.Sc. dan dihadiri oleh perwakilan dari Balai Riset Perikanan Laut (BRPL), Balai Riset Budidaya Air Tawar dan Penyuluh Perikanan (BRBATPP), dan Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH).  Adapun dari BRBIH sendiri diwakili oleh peneliti dari kelti Genbio yaitu Eni Kusrini, Melta Rini Fahmi, dan Erma Primanita Hayuningtyas.  Setelah dibuka oleh kepala balai dilanjutkan dengan pemaparan dari Koordinator Kelti Plasma Nutfah BRPI Paparan ttg Konsep Gene Bank DR. Imron, M.Si. Paparan tentang Konsep Gene Bank oleh DR. Imron, M.Si. dan Paparan Inisiasi Pengembangan Pusat Data Genetik spesies Akuatik, oleh kepala balai sendiri yang berdasarkan arahan dari kepala BRSDMKP.


Gene bank diutamakan untuk ikan-ikan prosektif budidaya dan hasil pemuliaan, misalnya kita simpan gamet induk unggul hasil seleksi/hibridisasi.  Kita dapat mengadopsi teknologi yang telah berjalan lebih maju di bidang peternakan contoh yg sudah berjalan preservasi semen sapi.  Fokus utama akan dilakukan pada pada ikan-ikan asli Indonesia.  Namun secara keseluruhan hal ini tidak realistis jika dipaksakan dilakukan pada satu tempat, meski kedepannya tetap berharap dibangunkan pusat Gene Bank Indonesia.  Salah satu jalan keluarnya adalah penyimpanan live collection bisa dilakukan oleh masing-masing UPT ataupun melibatkan dinas/pemerintah daerah terkait, tetapi pengelolaan data dan informasi yang harus terintegrasi dalam hal ini BRPI ingin menginisiasi.  Selain itu, terrkait geografis dan biologi ikan yang mempunyai karakter berbeda, kita tidak bisa memaksakan untuk centralistik , sehingga perlu berbagi peran dan berkolaborasi.  Kami berharap inisiasi ini dapat membangun/melengkapi dan yang lebih penting mengintegrasikan pengelolaan dan informasi jenis ikan, jumlah dan kolelsi spesimen yang kita miliki dimulai dari lingkup UPT BRSDM KP.


Demi keberlangsungan pemeliharaan dari gene bank ikan ini akan dirintis pembentukan organisasi yang terkait dengan kepakaran genetik sendiri yaitu forum IFGEN (Indonesian Fish Genetik Networking) yang dahulunya organisasi tersebut bernama INFIGRAD.  Organisasi ini mewadahi semua peneliti breeding, genetika, pemuliaan dan bioteknologi dari berbagai unit kerja baik akademisi, kementerian dan saintific instansi lain.  Peneliti dalam ruang lingkup tersebut akan diundang dan dikumpulkan untuk merencanakan program kerja kedepan sekaligus pengelolaan gene bank ikan Indonesia supaya berkelanjutan.  Selanjutnya tim pembentukan gene bank ikan Indonesia dan pengurus IFGEN akan diajukan penerbitan SK kepala BRSDMKP. (Eni, Rini, Erma).